Sebuah Appresiasi

Beberapa waktu lalu, saat saya sedang merapihkan meja kerja bersiap siap untuk pulang kerumah dan mulai  menutup satu persatu koneksi blog maupun website yang sedang on di komputer kerja saya. Satu komentar masuk dari Mas Harry [ hary4n4.wordpress.com ] sahabat saya, yang isinya merupakan sebuah informasi bahwa mas harry mendapatkan “AWARD” dari International Blogger Community, yang disampaikan oleh mba Ekaria. Sebagai sahabat, tentunya saya ikut senang dan bangga bahwa sahabat saya Mas Harry (link blog-nya berada di taut blog ini) mendapat sebuah penghargaan dari komunitas blogger international. Mungkin sudah menjadi kebiasaan atau peraturan yang tidak tertulis bahwa award ini wajib diteruskan kepada beberapa orang teman blogger yang oleh yang bersangkutan di anggap pantas untuk menerimanya.  Sesuatu yang membuat saya terkejut adalah, bahwa ternyata saya / warna-warni [kissmeguntur.wordpress.com] salah satu dari lima blogger yang menjadi penerima Award Lanjutan.

Kaget bercampur gembira berbaur menjadi satu, meski sebagian besar para blogger melihat dan beranggapan bahwa hal hal seperti ini bukanlah apa apa dan tidak berarti apa apa, namun bagi saya sebagai bloggers baru ini adalah sebuah Appresiasi, sebuah cahaya dan suluh semangat saya,  terlepas dari hal apapun yang melatar belakangi Mas Harry sehingga memilih saya sebagai salah satu penerima award ini, saya tetap berkeyakinan bahwa Mas Harry memiliki alasan yang cukup sehingga memilih saya.

International Blogger Community Award
International Blogger Community Award

INTERNATIONAL BLOGGER COMMUNITY AWARD, sudah saya terima. Sebuah penghargaan yang bertaraf international, meskipun hanya datang dari sekelompok orang yang menyatu dan berbaur dalam suatu komunitas, tapi ini adalah merupakan penyatuan penghormatan yang tertuang menjadi satu penghargaan dengan tujuan sebagai pemberian dukungan dan support kepada para blogger untuk lebih berkarya. 

 Terima kasih mas Harry, terima kasih Internaional Blogger Community, saya akan menjadikan ini sebagai tantangan untuk dapat lebih berkreasi, untuk dapat lebih berbaur dan menggalan persatuan dan persahabatan antar sesama blogger, baik didalam maupun diluar negeri.

Salam persahabatan untuk semua, selamat berkarya, semangat dan….sukses…  

goentoer

Iklan

Duniaku

Pada tahun 1984 aku pernah mencoba masuk dalam dunia film, pada masa itu belum ada televisi swasta,  dari 12 channel yang ada disebelah kiri layar pesawat televisi, semuanya program TVRI. Denyut nadi perfileman (layar lebar) indonesia masih ramai dengan beragam jenis film.

Aku pertama kali ikut main sebagai figuran dalam film layar lebar (bioskop) yang berjudul ‘ Suka Sama Suka ‘ yang dibintangi Robin Panjaitan, Ita Mustafa dan beberapa aktor lawak seperti Darto Helm, Damsyik, dsb. Kemudian aku mulai sering terlibat sebagai figuran dalam beberapa judul film layar lebar, diantaranya ” Tinggal Sesaat Lagi “, ” Perisai Kasih Yang Terkoyak “, ” Mata Harimau”, dan beberapa film lainnya.

 

Deru - Debu
Deru – Debu

Sejak tahun 1990-han, ketika layar kaca Indonesia  mulai marak dengan televisi swasta, persinetronan di indonesia mulai ramai. Stasiun TV swasta yang mulai mengudara adalah RCTI, SCTV disusul TPI, INDOSIAR, ANTV dan seterusnya.  Imbasnya memberikan peluang besar bagi PH (production House) pihak ketiga, karena sinetron2 maupun program acara lain yang disuguhkan oleh stasiun televisi swasta, disamping diproduksi oleh PH stasiun TV itu sendiri, juga ada sekitar 40% (saat itu) diproduksi oleh PH pihak ketiga. 

Ada kecendrungan latah dalam penyajian acara pertevesian kita, entah itu karena mengakomodasi minat pemirsa, atau karena ikut ambil bagian pada kue tart yang lagi digandrungi oleh pemirsa seindonesia. Karena ketika disatu stasiun televisi retingnya acaranya  mulai ramai dengan salah satu program acara tertentu, hampir semua stasiun televis swasta ikut latah menayangkan program acara serupa. Sebut saja program acara pembuktian dunia gaib, temen temen mungkin masih ingat, ketika program acara Dunia lain  mulai rame, hampir semua stasiun televisi ikut menayangkan program serupa, ada Uji Nyali, Uka-Uka, Penampakan,  dll. Begitu pula dengan program-program lain, seperti sinetron laga, sinetron yang bertajuk religius, program program talk show, dan program pencarian bakat seperti Indonesian Idol.  Saat ini yang lagi ramai ditayangkan dibeberapa stasiun televisi kita adalah sinetron sinetron kisah intrik rumah tangga dan cinta, yang notabene diproduksi dengan  biaya produksinya murah, karena seting lokasi pengambilan gambar yang hampir tidak pernah terlihat hiruk pikuk kota dan deru lalu lalangnya kenderaan bermotor, atau ramainya pejalan kaki. Hampir 95% seting pengambilan gambar adegannya  didalam rumah.  

Nah ketika era sinetron laga masih berada di posisi top rank sekitar tahun 1995an, aku sempat ikut beberapa judul, seperti ‘Kaca Benggala’,’ Singgasana Brahma Kumbara’,’ Si-Jampang’,’ Darah dan Cinta’, dan ‘Deru-Debu’. Awal-awalnya sih aku hanya kebagian pemeran fighting nya saja (bagian yang berantem berantem), tapi makin kesini peranku semakin mendapat peran yang cukup enak. Tapi se-enak-enaknya peran yang pernah aku mainkan, rasa-rasanya belum ada satupun memerankan tokoh orang baik-baik yang aku mainkan, selalu saja mendapat peran sebagai tokoh Penjahat, seperti kepala Mafia, Pemimpin Genk Narkoba dan lain-lain, yang selalu berhadapan dengan tokoh utamanya dan pada endingnya kalo bukan mati, ya ketangkap polisi.  

Action dengan Pistol sungguhan lho...
Action dengan Pistol sungguhan lho…

 

Pistol sih sungguhan, tp pelurunya bo'ongan
Pistol sih sungguhan, tp pelurunya peluru hampa
Wajah bengis bak Al-Paci'ong
Wajah bengis bak Al-Paci’ong
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy dan Jonathan
Willy dan Jonathan Ozoh

Pada sinetron Deru-Debu yang ditayangkan di stasiun SCTV, mas Willy (willy dozan) sutradara plus bintang utamanya,  selalu memberi aku peran antagonis karena menurut dia tampangku adalah tampang penjahat, sehingga setiap kali casting aku selalu didaulat sebagai tokoh boss, tapi boss penjahat. 

Deru-Debu
Menyandra Wanita
Dengan sandra
Menyandra
Di Markas Penjahat
Di Markas Penjahat
Adegan dengan Willy dan Janathan
Adegan dengan Willy dan Janathan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan

Sesungguhnya memerankan tokoh penjahat, ada kepuasan tersendiri,  mungkin karena adegan dalam sinetronnya orang yang paling dicari, dan juga paling dibenci oleh pemirsa. Dan biasanya sebagai Tokoh Pemimpin Geng Narkoba selalu indetik dengan wanita dan dunia malam, sehingga terkadang aku harus belajar dulu bagaimana para tokoh penjahat seperti Al-Pacino ketika berada ditengah tengah wanita penghibur disuatu bar atau cafe.

Adegan di Bar & Karaoke
Adegan di Bar & Karaoke
Dikelilingi wanita2 penghibur
Dikelilingi wanita2 penghibur

 Tahun 2007 lalu Terakhir kali saya ikut dalam sinetron yang bertajuk religius, yang berjudul ” Perawan Tua Penumpuk Harta “, yang diperankan oleh Sylvana Herman.

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

%d blogger menyukai ini: