Pojok Al-Qur’an

http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran Al-Quran Read and Voice

Doa setelah shollat Witir

Tidak ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat taraweh yang bersumber dari Rasulullah , yang ada adalah doa yang dibaca setelah shalat witirsebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat:

“Dari Ubay bin Kaab ia berkata: Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam   dalam sholat witir (pada rakaat pertama) membaca Sabbihisma Rabbikal A’la dan pada rakaaat kedua membaca Qul yaa Ayyuhal Kaafiruun dan pada rakaat ketiga membaca Qul Huwallahu Ahad, beliau tidak melakukan salam kecuali pada rakaat terakhir. Dan setelah salam beliau mengucapkan: Subhanal malikil quddus, tiga kali.” (HR. Nasa’i No 1683)

Doa pertama

اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (H.r. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Doa kedua

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

Mahasuci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahiholeh Al-Albani)

Keterangan:

  • Doa ini dibaca tiga kali. Bacaan yang ketiga dibaca dengan keras dan dipanjangkan “subhaaanal malikil qudduuuuu … “.
  • Tidak perlu tambahan “Rabbul malaikati war ruh“.

Sumber WikiPedia

ag00092_BASMALLAH

Kaligrafi Arab bertuliskan Basmalah

Basmalah (bahasa Arab: بسملة) adalah bahasa Arab yang digunakan untuk menyebutkan kalimat Islam bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. Kalimat ini tertera dalam setiap awalan Surat di dalam Al-Qur’an, kecuali Surat At-Taubah. Juga diucapkan setiap kali seorang Muslim melakukan shalat, juga memulai kegiatan harian lainnya, dan biasanya digunakan sebagai pembuka kalimat (Mukadimah) dalam konstitusi atau piagam di negara-negara Islam. Kalimat Basmallah juga pernah ditulis pada zaman Nabi Sulaiman untuk ratu Bilqis sesuai dengan informasi dalam Al Qur’an yaitu di surat 27 ayat 30.

بسم الله الرحمن الرحيم
bismi-llāhi ar-rahmani ar-rahimi
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Bismillah (بسم الله) berasal dari bahasa arab yang berarti “Dengan menyebut nama Allah )”. Bacaan ini disebut Tasmiyah dan bagi orang Islam sangat dianjurkan membacanya untuk memulai setiap kegiatannya. Sehingga apa yang dikerjakan diniatkan atas nama Allah dan semoga mendapatkan restu atas pekerjaan tersebut.

Ar Rahman (الرحمن) asma Dzat Allah yang memiliki mutlak nikmat panjang dari dunia dan akhirat.

Berdasarkan pengertian ini siapa yang diterapkan ilmu dan akal mengandung iman dan islam maka disebut nikmat panjang. Nikmat ini langgeng dari dunia hingga akhirat.

Jadi siapapun orangnya apabila ilmu dan akal dipergunakan untuk menjalankan dan melaksanakan Iman  dan Islam maka ia dapat dikatakan memperoleh nikmat besar dari dunia dan akhirat, walaupun orangnya itu jelek rupanya dan miskin. Apakah ada nikmat yang lebih besar apabila dibandingkan dengan Iman dan Islam.

Ar Rahiim (الرحيم) artinya Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang; Ada juga ulama yang mengartikan bahwa Ar Rahiim adalah SifatNya Dzat Allah ta’ala yang memiliki nikmat pendek atau nikmat kecil, yaitu barangsiapa yang diterapan ilmu dan akal akan tetapi ditidak dipakai mengandung iman dan islam maka ia termasuk dalam nikmat kecil.

Al-Qur’an/Al-Fatihah

1Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.[1]

2Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam,[3]

3Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

4Yang menguasai[4] hari pembalasan[5].

5Hanya kepada Engkaulah kami menyembah[6] dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.[7]

6Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,

7(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

Catatan kaki

  1. ↑ Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya.
    Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
  2. ↑ Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
  3. ↑ Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
    Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.
  4. ↑ Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
  5. ↑ Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.
  6. ↑ Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
  7. ↑ Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
  8. ↑ Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
  9. ↑ Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam

2 Tanggapan

  1. allhamdulillah ….yang blm tahu jadi tahu.thanks

  2. Assalamu ‘alaikum,,,

    Wah keren, bisa buat page khusus islami. Saya suka Pak.

    Ohya, silahkan mampir ke http://tes.blokm.netne.net ada artikel2 bagus.

    Thanks.

    Assalamu ‘alaikum,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: