Street Justice

STREET  JUSTICE

Pistol Pisang

Gunner

Beberapa tahun lalu saya pernah menggemari film serial tv yang ditayangkan oleh sebuah televisi swasta,  judulnya  “street justice“.  Ceritanya  adalah  aksi  dari seorang mantan polisi yang tidak puas dengan system peradilan yang ada, sehingga dia melakukan peradilan dengan cara dia sendiri sendiri terhadap para penjahat, khususnya  penjahat  kelas  kakap  yang kebal  hukum, sehingga aksi  ini  dinamakan  peradilan  jalanan  atau street justice.

Belakangan  sering saya mendengar adanya aksi street justice  di masyarakat kita, tapi  berbeda  dengan  film serial  tv  yang  mengadili para penjahat yang kebal hukum,  yang  terjadi malah  terbalik  masyarakat yang tidak berdosa yang menjadi sasaran peradilan jalanan.

Beberapa waktu lalu diwilayah  Bekasi seorang pengendara mobil pick-up tewas ditembak oleh seorang pengendara sepeda motor yang hingga saat ini belum ketahuan jati dirinya, di duga pelaku menggunakan pistol colt 38 karena tidak meninggalkan selongsong peluru diTKP.  Pasalnya…!? sepele, hanya  karena senggolan kenderaan mereka. Meski sempat cek-cok, namun  oleh orang orang yang ada di tempat tersebut sempat melerai dan kemudian Asep Suseno sopir mobil toko bangunan tersebut melanjutkan perjalanan untuk kembali ke toko setelah mengantarkan bahan bangunan pesanan orang. Setelah kurang lebih 300 meter, pengendara motor tadi yang ternyata membuntuti mobil Asep, kembali menghentikan mobil Asep dan orang yang di bonceng motor tersebut turun dan serta merta meledakkan pistolnya kearah perut dan mengenai rusuk kiri. Meskipun sempat ditolong dan dibawa kerumah sakit, namun nyawa Asep tak dapat ditolong, Asep menghembuskan napas terakhir beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.

Ditempat lain seorang anggota polisi berseragam marah-marah dan  mengamuk dijalur busway  jalan  pramuka, bak seorang Cowboy di film-film western, polisi ini mencabut pistolnya dan membuang tembakan ke  udara.  Aksi  yang di lakukan di tempat  umum ini sudah pasti menjadi tontonan orang banyak.  Polisi berpangkat bintara tersebut sebelumnya marah karena mobil Izusu Panther pengantar uang yang di kawalnya,  dihadang oleh petugas pengendali jalur busway,  tidak boleh melintas di jalur yang di khususkan untuk Trans Jakarta tersebut.  Tidak  hanya sampai disitu, sang polisi cowboy inipun bahkan sempat mengancam akan membunuh Rocky (nama petugas jalus buswaytersebut).

Sikap sikap tidak terpuji seperti ini akan memberikan dampak psykologi yang  sangat  tidak  baik bagi masyarakat, terlebih aparat yang jelas jelas  mengenakan uniform/seragam penegak hukum.  Hal ini akan  menimbulkan rasa ketidak  percayaan  kepada  aparat  penegak  hukum, bagaimana tidak…? Mereka  yang  seharusnya  menjaga dan  melindungi  masyarakat  malah menjadi sebaliknya. Seperti  kejadian dijalur busway ini, anggota polisi Yanmas tersebut mestinya mengawal dan melindungi mobil  pengantar uang  tersebut dari ancaman  perampok, dan tidak harus membuang tembakan segala untuk masalah seperti itu,  Polisipun untuk membuang tembakan keudara kan jelas ada prosedurnya.  Disamping itu rasanya  tidak  ada kepentingan yang khusus dan darurat bagi mobil Isuzu Panther yang  dikawal oleh polisi arogan ini untuk melalui jalur busway  (berbeda bila sang cowboy itu mengawal mobil ambulans yang mengangkut seseorang yang sedang  sekarat).  Sungguhpun mobil pengantar uang ini dalam keadaan darurat dan harus melintasi jalur busway,  mestinya aparat itu dapat membicarakannya secara baik baik dengan sikap yang bersahaja kepada  petugas pengendali jalur busway tersebut.

Mungkin  perlu bagi  pihak  kepolisian untuk menyeleksi lagi anggota anggotanya yang boleh membawa Senpi, dan secara berkala mereka mereka itu harus dilakukan tes kejiwaan, apalagi untuk  polisi cowboy arogan  seperti sang bintara yang  mengawal  mobil  pengantar uang tersebut, apakah dia akan searogan itu dan segagah cowboy bilamobil yang dikawalannya dihadang perampok,  jangan jangan malah dia yang ngibrit duluan.

Kepercayaan  masyarakat  kepada  institusi  kepolisian yang  memang sudah  tipis  beberapa waktu  belakangan ini akan semakin terkikis lagi dengan sikap sikap tidak terpuji yang dilakukan oleh anggota seperti ini. Sehingga upaya pihak kepolisian untuk memperbaikicitra di mata masyarat akan sia sia.

Sumber: www.kompas.com / www.beritabatavia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: