PilPres

Satu lagi proses demokrasi besar untuk bangsa ini sudah kita sama-sama

Merah Putih-ku

Merah Putih-ku

laksanakan, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara jurdil bebas dan rahasia telah selesai, dan Komisi Pemilihan Umum telah pula mengumumkan siapa pasangan yang terpilih untuk memimpin bangsa ini untuk lima tahun kedepan, dengan kata lain bahwa paling tidak masyarakat kita sudah mulai memahami arti demokrasi itu sendiri.

Sementara di pihak lain, pasangan lain CaPres dan Cawapres nampaknya ada yang belum legowo untuk menerima kekalahan, belum berbesar hati untuk menerima demokrasi rakyat indonesia. Namun ada pula pasangan yang kalah yang sudah menyatakan menerima kekalahannya demi demokrasi dinegeri ini.

Terlepas dari dugaan bahwa pelaksanaan Pilpres yang diselenggarakan pada 8 Juli lalu telah terjadi kecurangan, biarlah proses hukum yang akan membuktikan, paling tidak berdasarkan Undang-undang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sudah dilaksanakan sebagai mana mestinya, dan Komisi Pemulihan Umum sudah menyampaikan hasilnya, marilah kita hormati prosesi demokrasi ini, sebagai pilihan rakyat negeri ini, dengan terbuka dan berbesar hati sebagai bagian dari komponen bangsa.

Dalam suatu preses pemilihan, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Yang menang merangkul yang kalah, dan yang kalah mendukung yang menang. Bila semua komponen bangsa ini (khususnya semua Capres/Cawapres) mempunyai satu tujuan suci yang sama yaitu untuk memajukan bangsa dan negara, dan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, seharusnya kalah dan menang bukanlah jurang yang terjal yang sekonyong-konyong dapat menjegal keinginan luhur kita tadi.

Marilah kita bersama-sama menjaga kedaulatan, ketentraman, dan kedamaian negeri ini, agar kita tidak menjadi bahan cibiran negara lain, dan agar kedepan, bangsa kita dapat berbicara lebih lantang di pentas dunia.

Paling tidak, demikianlah kata hati saya sebagai orang kecil yang bikan siapa-siapa, dan bukan apa-apa.

Iklan

BOM

BOM MELEDAK LAGI DI KAWASAN  NIAGA KUNINGAN !!

Kawasan Mega Kuningan dengan latar belakan Hotel JW Marriott

Kawasan Mega Kuningan dengan latar belakan Hotel JW Marriott

 

Biadab!! itulah kata yang pantas bagi mereka yang melakukan pengeboman di Hotel JW MARRIOTT Kawasan Niaga Kuningan pada pukul 07:50 pagi tadi dan kemudian disusul dengan ledakan di Hotel Ritz Carlton beberapa menit kemudian, yang mengkibatkan puluhan korban yang beberapa korban diantaranya adalah  warga negara asing (daftar nama-namanya).

Apapun yang menjadi alasan mereka melakukan pengeboman, ini adalah tindakan yang sangat biadab dan tidak ber-prikemanusiaan.

Tidakkah mereka perpikir bagaimana bila yang menjadi korban itu diantaranya adalah anggota keluarga mereka, ataukah bagi mereka nyawa bukan berarti apa-apa?, sungguh tindakan yang sangat keji.

Saat JW Marriott di guncang bom september 2004 lalu

Saat JW Marriott di guncang bom september 2004 lalu

Sudah cukup banyak para teroris yang melakukan pengeboman dan peledakan, baik pada Peristiwa BOM BALI1, BOM BALI2, KEDUTAAN AUSTRALIA, dan beberapa tempat lagi, bahkan TRIO BOM BALI sudah di-Eksekusi Mati. Apakah ini tidak menjadikan mereka bertobat?

Saya berharap polisi bisa cepat mengungkap sekaligus menangkap pelaku-pelakunya.

Kawasan Kuningan saat diBom pada 4 September 2004

Kawasan Kuningan saat diBom pada 4 September 2004

Mari kita memberikan dukungan dan doa, semoga para Aparat KePolisian kita bisa sesegera mungkin menangkap mereka.

Dan bagi para Korban Meninggal, semoga diterima amal ibadahnya, dan untuk  Keluarga Korban semoga diberikan ketabahan dan kekuatan, amin.

Inilah foto pelaku BOM Kuningan2

Video Ledakan Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton

Hitam Putih Pendidikan Kita

Mahalnya Pendidikan Berkualitas

Mahalnya Pendidikan Berkualitas

Saat ini para orang tua yang putra atau putrinya sudah cukup umur untuk memasuki tahapan pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, juga yang akan memasuki pendidikan lanjutan ke Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Lanjutan Atas, mulai sibuk untuk mendaftarkan putra dan putrinya ke sekolah yang di tuju. Serangkaian prosedur yang disyaratkan mulai diikuti, mulai dari melengkapi dokumen, mengikuti tes, hingga persyaratan biaya-biaya yang tetapkan oleh pihak sekolah.

Para siswa selesai unas

Para siswa selesai unas

Sebagai orang tua, tentunya menginginkan putra atau putrinya dapat di terima di sebuah sekolah unggulan, sehingga tidak sedikit para orang tua (khususnya yang memiliki tingkat ekonomi diatas rata-rata) bersedia mengeluarkan biaya berapapun agar sang putra/putri dapat bersekolah di sekolah unggulan tesebut. Entah karena menginginkan agar putranya mengenyam pendidikan yang lebih baik atau hanya sekedar gengsi. Demikian juga bagi mereka-mereka yang memiliki tingkat ekonomi kelas premium, tentunya tidak akan tanggung-tanggung untuk mencarikan sekolah bagi putra/putrinya, bila perlu dikirim untuk bersekolah di negeri ‘pa’de sam’. Baca lebih lanjut

Jadilah Bagian dari Sejarah Bangsa

Tanggal 8 Juli 2009 nanti, bangsa ini akan melaksanakan sebuah

brosur_sukseskan_pemilu_for_blogperhelatan akbar. Bangsa ini akan melaksanakan Sebuah Pemilihan Umum untuk memilih Pemimpin untuk Bangsa dan Negara ini. Dan Seperti kita ketahui bahwa ada tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung untuk bisa duduk di kursi Indonesia 1 dan Indonesia 2, dan sejak beberapa waktu lalu berbagai hal telah dilakukan oleh ke tiga pasangan CaPres dan CaWaPres, untuk menarik simpati dan dukungan dari masyarakat penduduk bangsa ini, baik yang dilakukan secara terbuka maupun tertutup, entah itu berupa rapat akbar sampai kepada pergerakan dibawah tanah, juga termasuk yang dilakukan melalui kegiatan nyata, maupun yang hanya melalui selebaran. Disamping itu juga, ada dari pihak-pihak tertentu yang sedikit kurang sportif untuk melakukan apa yang di istilahkan sebagai “Black Campaign” , meskipun tindakan ini adalah sangat tidak terpuji, namun begitulah demokrasi politik kita.

Mungkin kita sudah sangat lelah dengan apa yang telah kita alami sejak reformasi bergulir, yang ternyata secara silih berganti pemimpin yang terpilih, masih berjalan hampir dengan pola yang sama, hingga akhirnya kita sampai pada sejarah baru bagi demokrasi bangsa ini, dimana kita melakukan pemilihan Pemimpin Bangsa secara langsung. Dan untuk kedua kalinya, Pemimpin Negara ini akan ditentukan secara langsung oleh Rakyatnya sendiri, oleh kita-kita ini. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: