STOP PRESS!!!

“THE KING OF THE POP” MICHAEL JACKSON TUTUP USIA

Michael Jackson (Jacko)

Michael Jackson (Jacko)

Michael Jackson, The King of Pop  “Raja [dari] Pop”, Kamis kemarin meninggal. Di usia 50 Thn.

Jackson dinyatakan tutup usia di rumah sakit Los Angeles. Pria yang terkenal dengan gaya moonwalk tersebut mengembuskan nafas terakhirnya pukul 14:26 waktu setempat.

Jacko kecil (12th) ketika menjadi lead 'Jackson5'

Jacko kecil (12th) ketika menjadi lead 'Jackson5'

Jackson meninggal di UCLA Medical Center di Los Angeles. Berita ini di sampaikan oleh Ed Winter, Assistant Chief Coroner Los Angeles County dari kantor nya, dia juga menyampaikan bahwa mereka sedang menyelidiki kematian Super Star tersebut.

Kematian Jackson tidak jelas. Jackson tidak bernafas ketika paramedics Departemen pemadam kebakaran Los

Jackson 5

Jackson 5

Angeles yang menjawab panggilan radio dan  mampir di rumahnya di Los Angeles sekitar pukul 12:30 p.m. waku setempat.  Capt. Steve Ruda mengatakan kepada Surat Kabar Los Angeles Times, bahwa Paramedics langsung melakukan CPR dan Langsung menangani dan membawanya ke rumah sakit.

Jacko "Thriller"

Jacko "Thriller"

Kematian Jackson adalah suatu akhir yang tragis dari seorang Super Star, dimana pada tahun 1982 albumnya yang berjudul “Thriller/Penggetar hati” — yang menjadi blockbuster dan sukses luar biasa, adalah merupakan album paling laris sepanjang masa, dan terjual sekitar 50 juta copy di seluruh dunia, termasuk dalam albumnya adalah   “Beat It ,” “Billie Jean” dan “Thriller” —.

Publik pertama mengenal/mengetahui dia pada akhir 1960-an, ketika sebagai seorang anak laki-

Jacko on Billy Jean

Jacko on Billy Jean

laki dia telah dewasa sebelum waktunya, Jackson memimpin kelompok musik Jackson 5 yang dibentuknya dengan empat kakak laki-laki. Album mereka Di antara nya “I Want You Back,” “ABC” dan “I’ii Be There.”

Dia telah menjadi icon pada generasi nya hingga kini, kita ketahui bahwa banyak

Jacko konser di Berlin

Jacko konser di Berlin

anak muda pada jaman itu yang menjadi demam Jackson, demikian juga assesories yang digunakannya menjadi ciri yang banyak diikuti, seperti Sarung tangan sequined tunggalya, jaket bergaya-militer dan kacamata pilot hitam.

Quincy Jones mengatakan, “Dia adalah penghibur sempurna dan kontribusi yang music yang pernah diproduksinya seperti album “Thriller’ akan menjadi warisan yang akan dikenang dunia [untuk] selamanya” , Saya baru saja kehilangan kata-kata,”” “. Saya telah kehilangan saudara kecil saya hari ini, dia adalah bagian dari jiwa saya.” Baca lebih lanjut

Tabah

kaki langit

kaki langit

( Semoga fajar takkan ingkar janji )

Pekik jangkrik dan penghuni malam, seakan menjadi bisikan lirih dalam untai titik embun yang menetes merengkuh dinginnya malam. Bias nanar sang rembulan yang bertaut kabut dan bayang, tak cukup untuk sekedar menghitung hari hari yang telah terlewatkan. Sesekali guratan petir tersenyum dikaki langit, seakan memberi dorongan untuk asa yang makin karam didasar hati. Bahwa perjalanan belum akan berakhir, dan fajar tak kan pernah ingkar untuk sirnakan pekat.

Gemeretak gigi yang tertuai oleh dingin di salah satu  sudut malam, seolah terdengar bagai rebana menyusun irama, yang terlantun dari riuh arena dzafin. Gemeretak kekhawatiran akan hari esok bagi hembus nafas bocah yang pulas beralas sehelai kain lusuh, satu-satunya harta milik mereka yang masih tersisa. Kekhawatiran yang erat melekat di wajah sepasang suami istri yang menunggui si kecil yang terlelap dan terus menatap wajah sikecil dari balik bayang pekat. Tubuh kecil itu, seakan telah terbiasa untuk sekedar bercanda dengan perut kosong.

Tak ada lagi air mata yang menitik, tak ada lagi getar duka yang mengoyak pilunya hati. Semua seakan telah kering, semua seakan telah membeku.

rembulan

rembulan

“Istriku, tidurlah… hari telah larut, biarlah aku saja yang akan terjaga hingga fajar nanti, agar aku dapat menghitung gelap yang ada di ruang malamku. Hari ini kita telah menyelesaikan sehari tugas kita, hari ini kita telah kita lewati teriknya matahari dan dinginnya malam. Sejenak lupakanlah lapar dan dahaga kita, semoga fajar pagi nanti dapat memberikan sepotong kekuatan untuk kita melewati hari esok kita…”. suara lirih yang keluar dari bibir kering dan terbelah itu seakan membasuh gelisah hati sang istri, untuk tetap yakin bahwa masih ada hari esok, untuk mereka lalui meski hanya dengan gambaran potret hari kemarin, dan terus berulang hingga mentari tersurut di ufuk.

Sesungguhnya, jauh didasar hati sang suami, ada getar nada yang terucap lirih,”… maafkan aku istriku, maafkan aku anakku…, hingga hari ini, hari hari yang kuhitung, belumlah genap untuk sekedar memberikan kalian sepiring nasi dan dua potong tahu rebus untuk makan siang. Gelap malam yang aku candai, belum cukup untuk sekedar memberi alas tidur yang baru untuk kita. Nampaknya asa yang telah kubentangkan hingga ke-ujung samudra, belum cukup kuat untuk kita sebrangi. Sabarlah istri dan anaku… semoga esok kita akan lebih ikhlas lagi untuk melangkahkan kaki kaki ini…”.

Jalan Setapak

Jalan Setapak

(Sebuah derap pergulatan kehidupan untuk mengais masa depan)

Denting dawai malam mulai merambahi dingin mengiringi pekik jangkrik mengoyak hening malam. Tetes air di dedaunan seolah ikut menari mengikuti alunan dawai, menantang kesombongan angin yang berhembus sepoi menyebar dingin mengantar gerimis yang turun sejak sore.

Jauh diatas sana, sang rembulan bersembunyi dibalik awan seakan malu menampakkan sinarnya. Hanyalah cakrawala dikaki langit sana yang terus menyapu wajah bumi dengan biasnya yang pasi.

Sepasang kaki kaki hitam kasar menyeruak dari balik semak, dan terus melangkah menyusuri jalan berbecek. Kaki kaki penuh luka gores yang gontai melangkah tanpa alas itu seolah tak merasakan duri yang berjejer disisi jalan setapak. Langkah itu terkadang melemah hingga jatuh lunglai menghempas keruh genagan air diceruk bebatuan jalan,  namun dia terus bangkit dan melangkah lagi.

Sejenak lelaki itu berhenti dipersimpangan, dia menatap lesu kearah kiri, kemudian memalingkan wajahnya kekanan sejenak, lalu dia menatap lurus kedepan, yang akhirnya wajah kasar bermandi peluh itu tertunduk. Tak kan lama kembali di menatap kedepan dengan tatapan kosong, dan langkah gontai itu kembali terayun. Dibalik bias cahaya rembulan nampak mata cekung yang menatap kosong seolah berkata “apalah arti belok kanan atau kiri, toh pagi yang ditunggu untuk membawakan cerah mentari, hanyalah sebuah mimpi”, yang dia tau adalah bahwa dia harus terus berjalan melintasi malam, untuk sampai ke tepi bumi.

Hari ini…, derap langkah itu kembali menguak semak berduri, dan terus berjalan melintasi jalan setapak berbecek itu, tidak ada yang berubah, hari berganti hari, bulan berganti bulan. entah sampai kapan.

Jauh di dasar hatinya yang paling dalam, masih ada segumpal harapan, bahwa dengan sebuah perjuangan tanpa henti dan tak kenal menyerah, mendung yang merundung suatu ketika pasti akan terkuak dan cahaya mentari itu pasti akan datang.

Hidup

Ketika aku terbangun di Pagi ini, aku coba untuk mengingat-ingat hal-hal yang penting yang harus aku lakukan di awal minggu ini. Hmmm… o ya..Ada beberapa pekerjaan penting yang harus aku lakukan hari ini. Seperti biasa setelah selesai mandi aku berdiri didepan cermin sambil mengenakan baju, aku memperhatikan wajah dan tubuhku dari bayangan dicermin. Seketika mataku kuarahkan pada sebingkai foto usang  yang tergantung persis disamping cermin, yang didalamnya ada fotoku dan istriku tercinta sekitar sembilan belas tahun silam. Waahh..aku melihat betapa jauh perbedaan yang ada di foto itu dengan sosok yang berada di bayang cermin.

tak muda lagi

tak muda lagi

Beranjak usia, dan tidak muda lagi memang mempunyai banyak kendala… waktu, perhatian, kesabaran, ketulusan, keichlasan, senyum dan banyak lagi yang harus kita lakukan untuk mengisi usia kita, paling tidak untuk sekedar memberikan dorongan dan kesadaran bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya…

Terkadang kita merasakan bahwa begitu cepat waktu berlalu, dan tanpa kita sadari lentera demi lentera telah padam. Yang kita tahu bahwa  rekaman-rekaman peristiwa yang pasti takkan pernah sirna seakan akrab menjelma kerelung nostalgia, membawa kita terhanyut dalam ilusi rekaman masa lalu. Ada senyum, tawa, canda, kebahagiaan dan juga air mata yang mungkin membekas dalam jejak kehidupan.

Hidup adalah perjalanan panjang, dan kita mempunyai pilihan untuk mengisinya. Sungguh sangat tidak bijaksana bila anugrah dari Yang Maha Kuasa  ini menjadi sesuatu yang sia-sia, hanya karena kita lupa dan tidak pernah mengisinya dengan ketulusan serta hal-hal yang berharga.

Sebetulnya bila kita mensyukuri karunia ini, dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, maka senyum akan selalu menyertai perjalanan sang waktu, dan hidup ini akan terasa lebih berharga.

keep-smile
keep-smile

Aku tersentak dan kulihat bayangan di cermin itupun tersenyum, kemudian aku buru-buru mengenakan baju untuk bersiap menyambut hari ini dengan senyum. Selamat pagi dunia….aku datang untuk mengisimu dengan karya dan senyumku.

%d blogger menyukai ini: