Duniaku

Pada tahun 1984 aku pernah mencoba masuk dalam dunia film, pada masa itu belum ada televisi swasta,  dari 12 channel yang ada disebelah kiri layar pesawat televisi, semuanya program TVRI. Denyut nadi perfileman (layar lebar) indonesia masih ramai dengan beragam jenis film.

Aku pertama kali ikut main sebagai figuran dalam film layar lebar (bioskop) yang berjudul ‘ Suka Sama Suka ‘ yang dibintangi Robin Panjaitan, Ita Mustafa dan beberapa aktor lawak seperti Darto Helm, Damsyik, dsb. Kemudian aku mulai sering terlibat sebagai figuran dalam beberapa judul film layar lebar, diantaranya ” Tinggal Sesaat Lagi “, ” Perisai Kasih Yang Terkoyak “, ” Mata Harimau”, dan beberapa film lainnya.

 

Deru - Debu
Deru – Debu

Sejak tahun 1990-han, ketika layar kaca Indonesia  mulai marak dengan televisi swasta, persinetronan di indonesia mulai ramai. Stasiun TV swasta yang mulai mengudara adalah RCTI, SCTV disusul TPI, INDOSIAR, ANTV dan seterusnya.  Imbasnya memberikan peluang besar bagi PH (production House) pihak ketiga, karena sinetron2 maupun program acara lain yang disuguhkan oleh stasiun televisi swasta, disamping diproduksi oleh PH stasiun TV itu sendiri, juga ada sekitar 40% (saat itu) diproduksi oleh PH pihak ketiga. 

Ada kecendrungan latah dalam penyajian acara pertevesian kita, entah itu karena mengakomodasi minat pemirsa, atau karena ikut ambil bagian pada kue tart yang lagi digandrungi oleh pemirsa seindonesia. Karena ketika disatu stasiun televisi retingnya acaranya  mulai ramai dengan salah satu program acara tertentu, hampir semua stasiun televis swasta ikut latah menayangkan program acara serupa. Sebut saja program acara pembuktian dunia gaib, temen temen mungkin masih ingat, ketika program acara Dunia lain  mulai rame, hampir semua stasiun televisi ikut menayangkan program serupa, ada Uji Nyali, Uka-Uka, Penampakan,  dll. Begitu pula dengan program-program lain, seperti sinetron laga, sinetron yang bertajuk religius, program program talk show, dan program pencarian bakat seperti Indonesian Idol.  Saat ini yang lagi ramai ditayangkan dibeberapa stasiun televisi kita adalah sinetron sinetron kisah intrik rumah tangga dan cinta, yang notabene diproduksi dengan  biaya produksinya murah, karena seting lokasi pengambilan gambar yang hampir tidak pernah terlihat hiruk pikuk kota dan deru lalu lalangnya kenderaan bermotor, atau ramainya pejalan kaki. Hampir 95% seting pengambilan gambar adegannya  didalam rumah.  

Nah ketika era sinetron laga masih berada di posisi top rank sekitar tahun 1995an, aku sempat ikut beberapa judul, seperti ‘Kaca Benggala’,’ Singgasana Brahma Kumbara’,’ Si-Jampang’,’ Darah dan Cinta’, dan ‘Deru-Debu’. Awal-awalnya sih aku hanya kebagian pemeran fighting nya saja (bagian yang berantem berantem), tapi makin kesini peranku semakin mendapat peran yang cukup enak. Tapi se-enak-enaknya peran yang pernah aku mainkan, rasa-rasanya belum ada satupun memerankan tokoh orang baik-baik yang aku mainkan, selalu saja mendapat peran sebagai tokoh Penjahat, seperti kepala Mafia, Pemimpin Genk Narkoba dan lain-lain, yang selalu berhadapan dengan tokoh utamanya dan pada endingnya kalo bukan mati, ya ketangkap polisi.  

Action dengan Pistol sungguhan lho...
Action dengan Pistol sungguhan lho…

 

Pistol sih sungguhan, tp pelurunya bo'ongan
Pistol sih sungguhan, tp pelurunya peluru hampa
Wajah bengis bak Al-Paci'ong
Wajah bengis bak Al-Paci’ong
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy dan Jonathan
Willy dan Jonathan Ozoh

Pada sinetron Deru-Debu yang ditayangkan di stasiun SCTV, mas Willy (willy dozan) sutradara plus bintang utamanya,  selalu memberi aku peran antagonis karena menurut dia tampangku adalah tampang penjahat, sehingga setiap kali casting aku selalu didaulat sebagai tokoh boss, tapi boss penjahat. 

Deru-Debu
Menyandra Wanita
Dengan sandra
Menyandra
Di Markas Penjahat
Di Markas Penjahat
Adegan dengan Willy dan Janathan
Adegan dengan Willy dan Janathan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan

Sesungguhnya memerankan tokoh penjahat, ada kepuasan tersendiri,  mungkin karena adegan dalam sinetronnya orang yang paling dicari, dan juga paling dibenci oleh pemirsa. Dan biasanya sebagai Tokoh Pemimpin Geng Narkoba selalu indetik dengan wanita dan dunia malam, sehingga terkadang aku harus belajar dulu bagaimana para tokoh penjahat seperti Al-Pacino ketika berada ditengah tengah wanita penghibur disuatu bar atau cafe.

Adegan di Bar & Karaoke
Adegan di Bar & Karaoke
Dikelilingi wanita2 penghibur
Dikelilingi wanita2 penghibur

 Tahun 2007 lalu Terakhir kali saya ikut dalam sinetron yang bertajuk religius, yang berjudul ” Perawan Tua Penumpuk Harta “, yang diperankan oleh Sylvana Herman.

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

7 Tanggapan

  1. Wah..mas Guntur ini udah artis dong sejak dulu. Eh, ngomong2 gimana suka dukanya waktu main film mas..terutama dgn peran yg mas mainkan? Bagi dong pengalamannya..hehe..(kayak kue aja pake dibagi2 segala)

  2. Wah ternyata Mas Guntur bintang film toh..
    Hebat euy..🙂

  3. Saya doain dech bisa dapet peran orang baik2.. biar sekali – kali bisa ngerasain hehehe

  4. Mampir lagi mas Guntur. Oh ya ada titipan dari International Blogger Community utk mas Guntur. Titipannya bisa diambil disini mas http://hary4n4.wordpress.com/2009/05/06/award-pertamaku
    Semoga berkenan dgn titipannya. Salam dari Hary4n4.

  5. thanks mas guntur atas kunjungannya
    OK saya link di page/backlink/
    tx

  6. mas klo g salah di film ni ad kan biasanya lukisan bergerak

  7. Sinetron Deru Debu Artis Laga Willy Dozan lokasi wilayah Jawa Tengan & Yogyakarta by Guntur Irawan Subagiyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: