Hari Yang Indah

Medio Mei lalu, ketika aku sedang asyik dengan pekerjaanku diruang kerjaku selepas makan siang, tiba-tiba para staf kantorku masuk tanpa mengetuk pintu dulu dan langsung menyeruak beramai-ramai membuat aku tersentak kaget. Seketika dihatiku sempat kesal, namun langsung aku urungkan ketika secara bersama-sama mereka menyanyikan lagu Happy Birthday To You. Aku gak tau raut wajahku seperti apa, tapi aku yakin wajahku sempat berubah merah kuning dan hijau kale (seperti lagu balonku ada lima). Ternyata atas prakarsa staf-stafku yang cantik cantik, mereka mempersiapkan kejutan untuk ulang tahunku, ya… aku baru ingat bahwa hari itu adalah hari jadiku dan ternyata mereka masih selalu mengingatnya. Setelah selesai bernyanyi mereka memintaku untuk meniup lilin, yang kemudian secara bergiliran mereka menyalamiku sambil mengucapkan “happy birthday bapak”  atau  “selamat ulang tahun handsome”. Kemudian dilanjutkan pemotongan kue tart dan berfoto ria.
Sekitar Pukul 18.15, aku tiba dirumah. Dan ternyata dirumahpun sudah kumpul dan menyambutku, Istriku Bapak dan Ibu mertuaku serta semua anak-anakku, termasuk si sulung yang saat ini bekerja sebagai Cameramen di sebuah Production House (PH) di jakarta, karena kesibukan syutingnya yang episodenya di kejar-kejar jam tayang, sehingga dia jarang pulang, dalam setahun mungkin hanya dua atau tiga kali dia berkesempatan untuk pulang.  Malam itu dia pulang bersama calon istrinya untuk merayakan hari jadiku.

Dirumah istriku dan semua anak-anakku serta mertuaku sudah menyiapkan acara kecil nan sederhana, untuk sekerdar memperingati hari jadiku. Ada rasa haru memenuhi relung hatiku, di usiaku yang tidak muda lagi, ternyata masih banyak orang orang disekitarku yang masih memperhatikanku.
Peringatan Ulang tahunku kali ini sangat berkesan, meski sederhana, namun masih lebih baik dibanding tahun tahun sebelumnya. Kehadiran si sulung yang datang bersama calon istrinya, membuat suasana menjadi lebih berwarna. Terima kasih istriku sayang, terimakasih anak-anakku, terima kasih Bapak dan Ibu mertuaku, juga terima kasihku untuk para staf kantorku. Semoga kemersraan ini tidak akan cepat berlalu.

Iklan

Technorati Profile

Jakarta… ooh… Jakarta

Dulu…Sewaktu masih dikampung…,Sejak aku masih duduk dibangku kelas dua SLTP (sekolah lanjutan tingkat pertama), aku selalu berhayal untuk bisa kejakarta, setiap

monas zaman doeloe

monas zaman doeloe

kali aku melihat indahnya kota Jakarta dari layar televisiku yang hitam-putih, keinginan itu semakin menjadi jadi. Aku ingin melihat kota jakarta, mengadu nasib…, dan sukses disana seperti orang orang desa lainnya yang kini sukses di kota metropolitan itu, meski aku pernah mendengar ujar ujar para pendatang yang berada dan mengadu nasib di jakarta bahwa ‘se kejam kejamnya ibu tiri, tidak sekejam ibu kota’. Padahal gak semua ibu tiri kejam ya….dan tidak selalu ibu kota itu memberi kesan yang keras. Paling tidak itulah bait bait dihatiku yang selalu saja dapat menepis keraguanku terhadap hal hal negatif tentang kota jakarta..

kota jakarta

kota jakarta

Kota Metropolitan yang sekarang  mungkin sudah menjadi kota yang penuh desakan, memang selalu menjadi idaman dan tujuan dalam angan bagi sebagian besar pemuda  kampung sepertiku, sepertinya kota metropolitan jakarta sangatlah menjanjikan. Dalam benak dan hayalku, aku merasa bahwa aku bisa mengurai semua talenta seniku menjadi sebuah karpet merah kearah sukses  dunia gemerlap bintang.

Bundaran HI diwaktu malam

Bundaran HI diwaktu malam

Hampir setiap program acara televisi yang menampilkan sudut sudut kota jakarta, selalu menghembuskan angin syurga dan hamparan asa serta angan angan yang indah didalam hati, sehingga selalu mampu melumat setiap kalimat kalimat negatif yang mengancam keinginan hati.

Setelah semuanya terbentuk menjadi tekad yang membakar semangat, dan tatkala keinginan sudah membatu, maka tak ada lagi pertimbangan bijak yang dapat merubah keinginan….aku harus ke jakarta….aku harus mengadu nasib disana….aku harus sukses disana….aku harus menjadi bagian dari denyut nadi kota metropolitan itu…..kira Kira seperti itu bait bait lirik  yang ada didalam pikiran mereka.

Akhirnya jadilah kota jakarta sebagai persinggahan terakhir sebagian besar perantau dari daerah, sehingga tidak menutup kemunggkinan suatu ketika tidak ada lagi ruang gerak bagi penduduknya untuk sekedar meluruskan kakinya dengan berbaring terlentang atau telungkup.

Hampir tak pernah berhenti para perantau dari berbagai pelosok en-ka-er-i, mendatangi kota jakarta, dan dari berbagai tingkat lapisan sosial,serta beragam keinginan dan kepentingan.

Pantjoran-Djakarta tempo doeloe

Pantjoran-Djakarta tempo doeloe

Bagi mereka yang memiliki modal cukup, mungkin masih bisa mendapat ticket untuk sedikit waktu yang masih tersisa, serta sedikit kesempat untuk bertahan. Tapi yang tidak? Terpaksa harus balik kanan, itupun bila mereka masih bisa berpikir jauh kedepan untuk masa depannya, karena terkadang mereka tetap bertahan dengan obsesi mereka sendiri sendiri, sehingga ketika mereka sudah berada dijakarta, sungguhpun telah berbaur dengan sederetan kegagalan, tidak akan membuat mereka gentar untuk mengambil langkah balik kanan jalan. Hingga akhirnya tidak sedikit yang memilih jalan pintas, gak perduli seperti apa dan bagaimanapun caranya, pokoknya aku harus tetap berada dijakarta, sehingga bagi mereka yang tidak dapat berbesar hati untuk menerima kegagalan, dan tidak percaya akan suratan nasib, mulai berkeliaran menebar angkara, hanya dengan bermodalkan tampang…nyali…dan sedikit kenekatan…maka jadilah mereka bromocorah.

Pun tidak sedikit diantara mereka yang ketika dipersimpangan jalan terpaksa menghentikan langkahnya karena keletihan dan tidak sanggup lagi untuk sekedar mengangkat kepala dan memilih jalan yang harus dilalui, terus kedepan, belok kanan, atau kah belok kiri. Mereka memilih balik kanan jalan, untuk membangun desanya…. desa yang subur, makmur, indah dan menjanjikan tatakrama dalam bermasyarakat.

Kota Jakarta adalah syurga  bagi mereka yang berduit, sukses dan berhasil menjinakkan keangkuhan jakarta, tapi neraka bagi mereka yang gagal dengan mimpi mimpi indah mereka.

Monas diwaktu malam

Monas diwaktu malam

Warna warni kehidupan jakarta, terasa berpacu sangat cepat menggusur apa saja yang berada didepannya, termasuk nilai nilai keagamaan, tata krama dan sopan santun serta keramah tamahan adat ketimuran yang sejak berpuluh puluh tahun lalu menjadi citra dan warna bagi bangsa ini. Sekolompok orang meyakini bahwa inilah modernisasi kehidupan, sementara sebagian lagi mengatakan bahwa ini adalah dampak dari kerasnya kehidupan kota metropolitan. Secara pribadi aku mengatakan, bahwa alangkah bijaksananya bila kita lebih mempertebal iman dan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, melengkapi diri kita dengan ilmu pengetahuan yang seraba modern agar dapat bertahan dari gerusan waktu dan dan hempasan badai kehidupan yang keras di jakarta, tanpa mengikis nilai nilai prikemanusiaan, nilai nilai agama dan tata krama serta berbesar hati bila kita meyakini bahwa kita telah gagal dalam pergulatan waktu, serta meyakini bahwa di desa lebih membutuhkan sentuhan tangan kita dengan segala keramah tamahan dan nilai nilai keagamaan yang tabal serta sentuhan adat istiadat ketimuran yang kental.

Semuanya kembali kepada diri kita, keyakinan kita, dan dari sudut mana kita memandang dan menyimpulkan.

Se tidak tidaknya…seperti inilah pendapat seorang desa seperti ku……

Seri Lima (end of chapter satu)

Seri lima

SEPENGGAL  KISAH  YANG  TERTINGGAL

Chapter satu. – Seri Lima

Aku merasa bahwa berbeda dengan ketika aku melototi tubuh tattie, meski dia dalam keadaan tanpa busana, tidak ada sensasi dan gemetar seperti pengalamanku disungai tadi.

“sebetulnya jawaban yang kamu inginkan dariku adalah bahwa aku mencintaimu dan rindu kepadamu atau gimana…..?” ujarnya dengan suara datar.

“Lho…. Kamu gak ngerti ya…..” kataku meyakinkan.

“iya…iya…tau…….” Katanya, lalu… “kalo aku ngomong yang sebenarnya yang ada dihatiku……kamu marah gak….!??”

“lho… kenapa aku harus marah…..?” jawabku, “justru aku ingin kamu ngomong yang sejujurnya apa yang ada dihati kamu, ini penting…untuk kelanjutan persahabatan kita lho tat….”

“okay deh..…. selama ini kenapa aku gak pernah merasa malu malu sama kamu, karena…terhadapmu aku merasa bahwa kamu itu adalah sahabatku, aku gak tau gimana cara ngomonginnya… tapi……. aku merasa bahwa kamu itu sama dengan teman teman wanitaku yang lain…sehingga sedikitpun aku gak ada rasa malu…canggung…atau perasaan perasaan lain….sungguhpun ketika aku mandi bersama kamu dalam satu kamar mandi yang sama dan dalam keadaan sama sama telanjang…..aku gak merasa malu dan canggung ketika kamu memandang kearahku pada saat aku sedang tidak berbusana sekalipun, aku gak punya perasaan apa apa ketika aku tidur disampingmu bahkan memelukmu sekalipun….. karena hal yang sama juga terjadi ketika aku sedang nginap di rumah yeni…dina…atau rosye… aku gak tau deh… tapi terhadapmu aku merasakan sama seperti ketika aku bersama temen temen wanita yang juga akrab denganku…. ” dia menatapku dalam dalam…lalu berkata lagi “gun…..” terdengar suaranya sangat berat dan tertahan..” maafin aku ya…kalau ternyata apa yang aku katakan ini, bukanlah jawaban yang kamu inginkan….” Ucapnya lirih, “aku mohon kamu jangan membenci aku …..hanya karna….” aku langsung menarik dan memeluknya erat……erat  sekali….dan ini bukanlah pelukan sebagai seorang pria yang sedang jatuh cinta terhadap wanita tersebut, tapi pelukan itu adalah pelukan seorang teman terhadap sahabatnya.

“Sssstt…..tatie……” aku berusaha menenangkannya “..tattie dengar…..kalaupun aku menanyakan semua ini, bukan karena aku menginginkan jawabanmu adalah bahwa kamu mencintai aku…..kan tadi udah aku bilang bahwa aku juga sama sekali tidak ada perasaan cinta terhadapmu…..e….maksudku aku sayang sama kamu, tapi hanya sebagai teman dan bukan sebagai seseorang yang mengharapkan balasan cinta….bukan..” aku melihat ada perasaan lega dihatinya “aku juga menganggap kamu bukan sebagai seorang perempuan yang ingin kucintai sebagai mana perempuan lain, tapi sama seperti temen temen kita yang lain…toni atau bambang..” dia mengangkat kepalanya dan akupun melepaskan pelukanku. “tattie….justru jawaban ini yang Sangat aku harapkan, tadi aku malah takut….aku takut kalau selama ini ternyata kamu telah jatuh cinta terhadapku……aku gak ingin persahabatan kita ini terburai hanya karena sebuah perasaan cinta…”

“gun…aku pernah bilang sama kamu…. Bahwa dulu aku memang sangat  mengagumi kamu…, dulu aku sangat ingin merebut hatimu….., dulu aku sangat ingin menjadi orang yang dekat dihatimu….” Ucapnya perlahan.. “tapi setelah kita berteman…rasa itu tiba tiba hilang dan cukup lama aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku suka sama kamu hanya  sebagai teman…teman…dan teman….”

“okey…..berarti sekarang semuanya sudah jelas…dan aku juga merasa lega….dan dengan demikian…semua yang mengganggu pikiranku belakangan ini, terjawab sudah…” ucapku sambil tersenyum, dan kulihat diapun tersenyum sambil mengusap tetes air mata yang sempat mengalir dari matanya.

“maafin aku ya gun…..”

“aku Kira gak ada yang perlu dimaafkan tattie..….seharusnya malah aku yang  minta maaf sama kamu, karena sudah menanyakan hal hal seperti ini sama kamu sehingga kamu jadi kesal, seharusnya aku lebih percaya dengan perasaanku sendiri….” Tattie hanya mengangguk dua kali… “sekarang…boleh aku memeluk kamu sekali lagi….!?” Pintaku…

“tapi bukan pelukan mesra kan…..??”  ujarnya sambil memeluk aku dengan senyum khasnya yang begitu indah.

“ha…ha…ha…. “ aku merangkulnya dan berkata lagi “tattie….kalaupun suatu ketika kita harus berpisah karena kamu harus mengikuti suratan takdir yang akan membawamu pergi… jangan pernah melupakan aku dan persahabatan kita ya….”

“Insya Allah……”  jawabnya sembari mendekapku erat-erat.

Persahabatan aku dan tattie terus berlangsung dari hari ke hari, meski terkadang terdengar omongan omongan negatif dari teman teman maupun orang orang disekeliling kami mengenai aku dan tattie, tapi semua tidak menjadikan pertemanan kami terputus atau renggang. Sampai akhirnya kami menyelesaikan es em u dan tatti melanjutkan kuliah di institut keguruan dan ilmu pendidikan di kota gorontalo, dan sejak tattie mulai dengan kesibukan kuliahnya, frekwensi pertemuan kami menjadi agak jarang, dalam seminggu kami hanya bisa nongkrong dan ngobrol bareng kalau malam minggu saja, itupun tidak sampai larut malam, kadang jam sembilan atau sepuluh tattie sudah pamitan pulang.  Dan aku sendiri waktu itu mulai terusik oleh angan anganku untuk melanglang buana ke kota metropolitan jakarta, angan-angan ini sangat membuat aku berhayal untuk dapat pergi keJakarta.

Hingga akhirnya suatu hari, salah seorang tetanggaku (yang bernama Dessy) yang sudah bertahun tahun bekerja dan tinggal dijakarta, pulang ke gorontalo bersama seorang temannya untuk menengok orang tuannya. Mereka berada digorontalo Selama kurang lebih dua minggu, dan ketika mereka akan kembali kejakarta, mereka sempat datang untuk pamitan kepada ayahku (karena kebetulan saat itu ayahku adalah kepala desa di desa kami), pada saat itulah ayahku menceritakan kepada Dessy mengenai keinginanku yang menggebu-gebu untuk ke Jakarta dan meminta dessy untuk membawaku ke jakarta memenuhi angan anganku. Singkat kata singkat cerita, berangkatlah aku ke Jakarta menggunakan Kapal laut melalui Surabaya, dan dari Surabaya kami menggunakan bus malam ‘jawa indah’ ke jakarta melalui Terminal pulo gadung. Dan Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota jakarta, aku memohon lepada Yang Kuasa semoga selalu diberikan jalan dan petunjuk. Dan Sejak itu pula, mulailah pergulatanku di kota metro jakarta, kota yang selama ini menjadi kota impianku.

Waktu berangkat dari kampungku, karena keberangkatanku sangat mendadak, sehingga tidak banyak yang bisa aku bawa sebagai bekalku selama aku belum memiliki penghasilan dijakarta. Aku hanya memiliki tekad, keyakinan dan sepotong doa tulus dari kedua orang tuaku. Disamping itu, aku hanya mengandalkan bakat bakat seniku untuk merbaur dengan hiruk pikuk kota jakarta, berbaur dengan deru dan debu serta peluh dan nafas kota, hanya sekedar mencoba untuk menjinakkan kota metro yang selalu menjadi impian anak desa. Terlalu naif bila aku mengatakan bahwa aku berusaha untuk menaklukkan kota metro jakarta, bisa berbaur dan bersahabat dengannyapun sudah cukup memberikan denyut untuk menyambung kehidupan di jakarta.

O ya….Mengenai tattie, karena waktu itu keberangkatanku ke jakarta sangatlah mendadak, sehingga aku tidak sempat berpamitan lepada tattie dan bambang, karena saat itu tattie belum kembali dari kampusnya, sedangkan bambang sedang bepergian ke kota lain untuk suatu urusan.  kecuali tonny dan satu lagi temanku yang sempat mengantarku ke pelabuhan, yaitu endi.

Setibanya dijakarta aku langsung menyurati kedua orang tuaku dan tattie, temanku yang sangat dekat denganku. Aku meminta maaf dan menjelaskan mengenai keberangkatanku yang sangat mendadak. Tattie memahami dan dia sangat senang mengetahui bahwa aku sudah berada diJakarta dan berhasil mewujudkan angan anganku untuk datang ke kota jakarta.

Selama hampir setahun kami saling surat suratan, sehingga setiap kali aku berkirim surat kepada kedua orang Tuaku, pasti aku juga menyurati tattie. Suatu ketika hubungan surat antara aku dan tattie terputus, aku tidak tau apa yang menyebabnya tattie gak pernah lagi membalas suratku. Empat suratku terarkhir tidak dibalasnya lagi. Aku sudah mencoba minta bantuan orang tuaku dan juga menyurati tonny maupun bambang untuk mengetahui penyebab kenapa tattie gak pernah lagi membalas surat suratku dan dimana keberadaannya, tapi hasilnya nihil. Aku ingat, pada dua suratnya yang terakhir, dia sering menyebut nyebut bahwa orang tuanya telah memperkenalkannya kepada seseorang putra dari sahabat ayahnya, dan orang tuanya ingin menikahkannya dengan pria tersebut. Lalu setelah itu tidak ada lagi jawaban dari tattie. Aku hanya bisa mendoakan, semoga tattie selalu diberikan kekuatan, dan  apapun yang dia lakukan, selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

SEPENGGAL KISAH YANG TERTINGGAL

(Based on true story)

Continue to….    Chapter dua.

Seri Empat

SEPENGGAL KISAH YANG TERTINGGAL

Chapter satu.

“ Aku juga kalo sama tonny atau bambang kan gak gitu gitu Amat sih…., kecuali sama kamu…” selanya…” gak tau deh…, kadang kadang aku suka gak suka sama gayanya bambang, apalagi tonny….. jadi terkadang suka kesel aja kalau mereka suka nyepelein aku, hanya karena aku ini ceweq sendiri ….aku tau kalo selama ini kadang-kadang mereka suka gak seneng kalo aku ikut nimbrung ketika kalian lagi kumpul kumpul, seakan kehadiranku merusak suasana ” Sambungnya…., sambil menunduk lalu menoleh kearah lain.

“ Ah..! mungkin itu hanya perasaanmu aja…udah gak usah menjadi beban pikiranmu. Gini tat…, kadang kadang kita kalo lagi nyanyi nyanyi dikamarku, kita berdua sama sama tidur tiduran di tempat tidurku…, terus kalo boncengan motor kamu juga suka ngerangkul…. Kadang kalo kita mo pergi kamu gak sabaran sampe nungguin aku mandi dan bediri didepan pintu kamar mandi….padahal aku mandinya kan telanjang….”

“ O gitu…. Kamu gak suka ya…….risih…..sorry deh kalo gitu…., mungkin aku ini orang yang gak tau diri dan gak tau malu……!!? ” potongnya dengan wajah yang terlihat kesal lalu dia berdiri dan membelakangiku…

“ lho…bukan begitu……intinya bukan itu…denger dulu dooong.” Potongku buru buru sambil menarik bahunya berusa menariknya untuk duduk lagi.

“ memangnya kamu selama ini gimana…? Kalo giliran aku yang membonceng kamu dimotor, kamu juga suka meluk aku dari belakang, kamu juga pernah melotot sewaktu melihat aku ganti baju saat kita habis berenang dipantai waktu selesai kelas miting dulu….. tapi aku gak pernah komplein.

“Tattie…. justru hal itu yang ingin aku bahas dengan kamu…, semua kejadian kejadian yang barusan kita omongin tadi yang belakangan ini sering merasuki pikiranku, padahal sebelumnya gak begini…”

Aku menatap wajah tattie yang nampak menjadi seperti orang kebingungan.

“Tat…,kamu pernah merasa ada cinta, kasih, dan sayang gak sama aku…!?”   wajah tattie yang sudah seperti orang kebingungan, tambah gak karu karuan mendengar pertanyaanku tadi… “karena terus terang…mm…terus terang…sorry ya tat…, terus terang aku selama ini tidak ada perasaan apa apa terhadap kamu. Aku hanya merasa bahwa kamu tidak ada bedanya dengan bambang ataupun tonny…, makanya selama ini aku gak sungkan sungkan merangkul…memeluk bahkan tidur disampingmu. Sehingga aku tidak punya gejolak atau perasaan apa apa ketika melihat kamu dalam keadaan bugil, kecuali mengagumi bule-nya kulit tubuhmu…, itu aja…!”

“Emang kamu pernah lihat aku bugil….!?” Potongnya tiba tiba.

“lho..o..oh…, ingat gak waktu kita membantu menghias rumah yeni pada malam pernikahan kakanya…, waktu kamu mandi dikamar mandi yang ada dikamarnya yeni, kan handuknya ketinggalan ditempat tidur, lalu kamu teriak teriak memanggil manggil yeni untuk ambilkan handuk, tapi karna yeni nya sedang berada diruang depan, sehingga kamu kan akhirnya meminta aku untuk mengambilkan handuknya kan…!? Makanya aku bisa melihat tubuhmu karena karena kamu sambil menanyakan keberadaan yeni ketika aku menyodorkan handuk, wong kamu sendiri aku lihat biasa biasa aja dan gak berusaha untuk menyembunyikan bagian depan tubuhmu…, yah…bebalik keq atau gimana gitu……”

“o…kamu sengaja melototin tubuhku ya…..” potongnya

“sebetulnya sih engga….., bukannya aku sengaja untuk melihat kamu lagi tanpa busana…., emm… hanya secara spontan aja…… tadinya aku gak nyangka kamu sedang dalam keadaan telanjang, begitu ngeliat….ala mak….putihnya…..itu aja….aku tidak sampai menegasin bahwa o….bentuknya begini…atau begitu…..he…he…he…” ujarku sambil tertawa kecil namun menggebu gebu. tapi sambil mencoba mengingat ingat bahwa memang pada saat itu aku sama sekali tidak merasakan apa apa. Padahal sebagai seorang remaja yang normal harusnya ada perasaan deg deg-an ketika melihat pemandangan seperti itu. Dulu Aku pernah memergoki teman teman cewek yang sedang mandi disungai, sewaktu kami mengikuti perkemahan pada saat sekolahku mengikuti pelatihan dan pelantikan pandu pramuka yang akan mewakili sekolahku ke Jambore Pramuka sePropinsi. Waktu itu karena harus menyampaikan sesuatu kepada Kakak Pembina kami, aku terpaksa harus ke-area perkemahan pandu putri yang jaraknya terpisah cukup jauh dengan perkemahan pandu putra, karena kakak Pembina kami sedang berada disana. Jalan menuju Lokasi Perkemahan Pandu Putri lumayan jauh karena harus mengitari bukit yang berada di sebelah utara Perkemahan pandu putra.  Untuk memperpendek jarak dan menyingkat waktu aku mengambil jalan potong yang pernah aku ketahui dari kakak pembinaku, yaitu melalui lereng bukit sebelah selatan perkemahan pandu putra, kemudian turun ke area kepemukiman penduduk lalu menelusuri tepi sungai yang cukup lebar sampai melewati kolong jembatan yang menghubungkan jalan antara perkemahan pandu putra dan putri, yang tiang tiangnya cukup tinggi dan panjang, setelah sekitar lima puluh meter dari jembatan barulah menyebrangi sungai karena disana banyak batu besar yang bisa menjadi pijakan penghubung kedua sisi sungai tersebut, lalu naik dan munculnya persis di samping gerbang sebelah selatan atau pintu empat area perkemahan pandu putri. Setelah aku melewati kolong jembatan, lalu aku menyebrangi sungai dengan jalan melompat lompat dari batu kebatu. Namun ketika aku akan melalui batu yang sebesar buskota, secara tidak sengaja aku melihat empat orang wanita (yang kebetulan dua orang diantara mereka, berasal dari sekolahku), sedang mandi dibalik batu yang besar itu. Mereka berempat yang semuanya bertelanjang ,sambil bercanda canda tanpa menyadari kehadiranku yang hanya berjarak empat sampai lima meter dari mereka dan hanya terhalang oleh sampah akar akaran serta ranting dan batang batang pohon hanyut yang tersangkut diantara bebatuan. Dari tempatku berdiri sangat jelas pandanganku kearah mereka, aku melihat yang seorang berada agak ketengah persis disamping dinding batu yang besar dan airnya agak dalam sehingga air merendam tubuhnya sampai ke batas dadanya (dibawah payudara) sehingga payudaranya sangat jelas terlihat, yang seorang lagi duduk dibatu agak kepinggir sambil mencuci bajunya, dan yang dua orang lagi sedang asyik bercanda saling mengguyur dan tertawa tawa, ditempat mereka berdiri agak kepinggir sehingga airnya hanya sebatas paha. Melihat pemandangan seperti ini, dadaku langsung berdebar keras sekali sampai sampai lutut dan tanganku gemetar, terasa seakan akan batu tempat aku berdiri seakan bergoyang goyang. Tidak lama aku berada disana, hanya sekitar lebih kurang lima menit, dan aku langsung balik lagi untuk memutar kemudian naik dari sisi agak ketimur yang berjarak lebih kurang sepuluh sampai lima belas meter dari tempat itu, karena tidak banyak batu batu yang bisa kujadikan tempat untuk berpijak, mau gak mau aku harus turun ke air yang ternyata agak dalam dan arusnya cukup kuat, membuat seluruh celana dan kemeja bagian bawahku basah.

Sebuah Appresiasi

Beberapa waktu lalu, saat saya sedang merapihkan meja kerja bersiap siap untuk pulang kerumah dan mulai  menutup satu persatu koneksi blog maupun website yang sedang on di komputer kerja saya. Satu komentar masuk dari Mas Harry [ hary4n4.wordpress.com ] sahabat saya, yang isinya merupakan sebuah informasi bahwa mas harry mendapatkan “AWARD” dari International Blogger Community, yang disampaikan oleh mba Ekaria. Sebagai sahabat, tentunya saya ikut senang dan bangga bahwa sahabat saya Mas Harry (link blog-nya berada di taut blog ini) mendapat sebuah penghargaan dari komunitas blogger international. Mungkin sudah menjadi kebiasaan atau peraturan yang tidak tertulis bahwa award ini wajib diteruskan kepada beberapa orang teman blogger yang oleh yang bersangkutan di anggap pantas untuk menerimanya.  Sesuatu yang membuat saya terkejut adalah, bahwa ternyata saya / warna-warni [kissmeguntur.wordpress.com] salah satu dari lima blogger yang menjadi penerima Award Lanjutan.

Kaget bercampur gembira berbaur menjadi satu, meski sebagian besar para blogger melihat dan beranggapan bahwa hal hal seperti ini bukanlah apa apa dan tidak berarti apa apa, namun bagi saya sebagai bloggers baru ini adalah sebuah Appresiasi, sebuah cahaya dan suluh semangat saya,  terlepas dari hal apapun yang melatar belakangi Mas Harry sehingga memilih saya sebagai salah satu penerima award ini, saya tetap berkeyakinan bahwa Mas Harry memiliki alasan yang cukup sehingga memilih saya.

International Blogger Community Award
International Blogger Community Award

INTERNATIONAL BLOGGER COMMUNITY AWARD, sudah saya terima. Sebuah penghargaan yang bertaraf international, meskipun hanya datang dari sekelompok orang yang menyatu dan berbaur dalam suatu komunitas, tapi ini adalah merupakan penyatuan penghormatan yang tertuang menjadi satu penghargaan dengan tujuan sebagai pemberian dukungan dan support kepada para blogger untuk lebih berkarya. 

 Terima kasih mas Harry, terima kasih Internaional Blogger Community, saya akan menjadikan ini sebagai tantangan untuk dapat lebih berkreasi, untuk dapat lebih berbaur dan menggalan persatuan dan persahabatan antar sesama blogger, baik didalam maupun diluar negeri.

Salam persahabatan untuk semua, selamat berkarya, semangat dan….sukses…  

goentoer

Duniaku

Pada tahun 1984 aku pernah mencoba masuk dalam dunia film, pada masa itu belum ada televisi swasta,  dari 12 channel yang ada disebelah kiri layar pesawat televisi, semuanya program TVRI. Denyut nadi perfileman (layar lebar) indonesia masih ramai dengan beragam jenis film.

Aku pertama kali ikut main sebagai figuran dalam film layar lebar (bioskop) yang berjudul ‘ Suka Sama Suka ‘ yang dibintangi Robin Panjaitan, Ita Mustafa dan beberapa aktor lawak seperti Darto Helm, Damsyik, dsb. Kemudian aku mulai sering terlibat sebagai figuran dalam beberapa judul film layar lebar, diantaranya ” Tinggal Sesaat Lagi “, ” Perisai Kasih Yang Terkoyak “, ” Mata Harimau”, dan beberapa film lainnya.

 

Deru - Debu
Deru – Debu

Sejak tahun 1990-han, ketika layar kaca Indonesia  mulai marak dengan televisi swasta, persinetronan di indonesia mulai ramai. Stasiun TV swasta yang mulai mengudara adalah RCTI, SCTV disusul TPI, INDOSIAR, ANTV dan seterusnya.  Imbasnya memberikan peluang besar bagi PH (production House) pihak ketiga, karena sinetron2 maupun program acara lain yang disuguhkan oleh stasiun televisi swasta, disamping diproduksi oleh PH stasiun TV itu sendiri, juga ada sekitar 40% (saat itu) diproduksi oleh PH pihak ketiga. 

Ada kecendrungan latah dalam penyajian acara pertevesian kita, entah itu karena mengakomodasi minat pemirsa, atau karena ikut ambil bagian pada kue tart yang lagi digandrungi oleh pemirsa seindonesia. Karena ketika disatu stasiun televisi retingnya acaranya  mulai ramai dengan salah satu program acara tertentu, hampir semua stasiun televis swasta ikut latah menayangkan program acara serupa. Sebut saja program acara pembuktian dunia gaib, temen temen mungkin masih ingat, ketika program acara Dunia lain  mulai rame, hampir semua stasiun televisi ikut menayangkan program serupa, ada Uji Nyali, Uka-Uka, Penampakan,  dll. Begitu pula dengan program-program lain, seperti sinetron laga, sinetron yang bertajuk religius, program program talk show, dan program pencarian bakat seperti Indonesian Idol.  Saat ini yang lagi ramai ditayangkan dibeberapa stasiun televisi kita adalah sinetron sinetron kisah intrik rumah tangga dan cinta, yang notabene diproduksi dengan  biaya produksinya murah, karena seting lokasi pengambilan gambar yang hampir tidak pernah terlihat hiruk pikuk kota dan deru lalu lalangnya kenderaan bermotor, atau ramainya pejalan kaki. Hampir 95% seting pengambilan gambar adegannya  didalam rumah.  

Nah ketika era sinetron laga masih berada di posisi top rank sekitar tahun 1995an, aku sempat ikut beberapa judul, seperti ‘Kaca Benggala’,’ Singgasana Brahma Kumbara’,’ Si-Jampang’,’ Darah dan Cinta’, dan ‘Deru-Debu’. Awal-awalnya sih aku hanya kebagian pemeran fighting nya saja (bagian yang berantem berantem), tapi makin kesini peranku semakin mendapat peran yang cukup enak. Tapi se-enak-enaknya peran yang pernah aku mainkan, rasa-rasanya belum ada satupun memerankan tokoh orang baik-baik yang aku mainkan, selalu saja mendapat peran sebagai tokoh Penjahat, seperti kepala Mafia, Pemimpin Genk Narkoba dan lain-lain, yang selalu berhadapan dengan tokoh utamanya dan pada endingnya kalo bukan mati, ya ketangkap polisi.  

Action dengan Pistol sungguhan lho...
Action dengan Pistol sungguhan lho…

 

Pistol sih sungguhan, tp pelurunya bo'ongan
Pistol sih sungguhan, tp pelurunya peluru hampa
Wajah bengis bak Al-Paci'ong
Wajah bengis bak Al-Paci’ong
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy Dozan, Sang Sutrada + Bintang Utama
Willy dan Jonathan
Willy dan Jonathan Ozoh

Pada sinetron Deru-Debu yang ditayangkan di stasiun SCTV, mas Willy (willy dozan) sutradara plus bintang utamanya,  selalu memberi aku peran antagonis karena menurut dia tampangku adalah tampang penjahat, sehingga setiap kali casting aku selalu didaulat sebagai tokoh boss, tapi boss penjahat. 

Deru-Debu
Menyandra Wanita
Dengan sandra
Menyandra
Di Markas Penjahat
Di Markas Penjahat
Adegan dengan Willy dan Janathan
Adegan dengan Willy dan Janathan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan
Menodong Igo yang diperankan Willy Dozan

Sesungguhnya memerankan tokoh penjahat, ada kepuasan tersendiri,  mungkin karena adegan dalam sinetronnya orang yang paling dicari, dan juga paling dibenci oleh pemirsa. Dan biasanya sebagai Tokoh Pemimpin Geng Narkoba selalu indetik dengan wanita dan dunia malam, sehingga terkadang aku harus belajar dulu bagaimana para tokoh penjahat seperti Al-Pacino ketika berada ditengah tengah wanita penghibur disuatu bar atau cafe.

Adegan di Bar & Karaoke
Adegan di Bar & Karaoke
Dikelilingi wanita2 penghibur
Dikelilingi wanita2 penghibur

 Tahun 2007 lalu Terakhir kali saya ikut dalam sinetron yang bertajuk religius, yang berjudul ” Perawan Tua Penumpuk Harta “, yang diperankan oleh Sylvana Herman.

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

Disela-sela shooting Sinetron Perawan Tuan Penumpuk Harta, bersama Sylvana Herman

%d blogger menyukai ini: