seri tiga

Seri tiga

SEPENGGAL KISAH YANG TERTINGGAL

Chapter satu.

“Kita ini kan sudah berteman cukup lama, ya kan…, dan aku rasa hingga saat ini antara kamu sama aku boleh dikatakan tidak ada jarak lagi barang sejengkal yang membatasi perbedaan bahwa kamu itu ceweq dan aku ini cowoq”.

“ maksudnya gimana…..!? ” katanya.

“ ya iya, maksudku selama ini persahabatan kita kan sudah membawa kita kepada satu keakraban tanpa batas yang membuat aku merasa bahwa kamu itu adalah sama dengan temen cowoq, dan kamu juga mungkin merasa bahwa aku itu layaknya temen ceweqmu, iya kan…”

“ ya iya…! ”

“ Terus gini…selama ini kan kita berempat udah kayak saudara,” aku melihat wajah Tattie malah tambah bingung, “ iya maksudnya kita berempat sama tonny, bambang…, tapi beberapa hari belakangan ini aku seperti baru tersadar bahwa pertemanan kita berdua sepertinya agak beda dengan pertemanan kita terhadap Bambang atau Tonny, istilahnya meskipun kalo kita lagi ngumpul, dan kadang kadang kita makan dipiring yang sama, tapi pasti aku selalu mengutamakan kamu, begitu juga kamu. Iya kan…!? “ aku menatapnya sebentar untuk memastikan bahwa dia menyimak dan mengerti maksudku. “ Tapi pernahkah tersirat dalam pikiranmu…, atau dalam hatimu bahwa ada rasa suka terhadapku, atau lebih jelasnya…, Kira Kira kamu pernah gak merasa bahwa ada cinta dihatimu untuk aku…!?”

“ Lho…, pertanyaan kamu aneh banget sih gun…!? “ katanya dengan wajah penuh keheranan….tapi lama lama raut wajahnya berubah senyum dan tertawa kecil… sekarang giliran aku yang bingung melihat dia tertawa. “ kamu jatuh cinta sama aku ya…….!? ” katanya dengan tersenyum sambil menjewer kupingku… “ kamu jatuh cinta sama aku ya……!? “ kata kata itu terus di ulang sambil terus berusaha menjewer kupingku karena aku berusaha menghindar.

“ Tattie…, aku memang mencintai kamu…, “ kataku terputus karena langsung di potong olehnya…

“ Tuh..kan….tuh kan….” Katanya sambil tertawa kecil…

“ Denger dulu Tattie… aku Belem selesai bicara…., diam dulu dong….”

“ ya udah terusin……aku bingung sama kamu…., “ katanya lagi sambil duduk kembali.

“ Tattie…, aku memang mencintai kamu, tapi cintaku hanyalah sekedar cinta seorang sahabat, dan bukan cinta seorang kekasih…” kataku penuh keseriusan dan dengan nada yang sangat dalam… “ …makanya aku nanya sama kamu…, perasaanmu gimana….!?? “

Sejenak Tattie menatapku… dia menatapku dalam dalam, lalu sambil menunduk perlan dia berkata “ Gun…! Terus terang…., sejak selesai pekan olah raga es em u dulu….awal awal aku kenal dan berusaha dekat dengan kamu…memang pernah terbit rasa suka dan cinta terhadapmu….dihatiku…,dan waktu itu asli bahwa itu adalah rasa cinta dengan penuh harapan sebagai seorang wanita terhadap pria idamannya…” katanya sambil masih tertunduk dan aku melihat dia menarik nafas dalam dalam, seakan mengumpulkan keberanian untuk berbicara apa adanya dan akupun terus menyimak. Tak lama kemudian dia mengangkat lagi mukanya dan menatapku. “ aku sangat kagum kepadamu…, aku kagum dengan kemampuanmu di atletik…, aku kagum dengan kegigihanmu saat bertanding…, aku Sangat suka dengan gayamu yang cuek…., aku suka dengan gaya bicaramu yang ceplas ceplos…, aku Sangat senang saat melihatmu memetik gitar dan bernyanyi…, aku sangat suka dengan semua tentangmu…., aku bingung perasaanku gak karu karuan…,lantas aku menyadari dan berkata dalam hati…… mungkin inilah yang namanya cinta…, dalam hati aku berkata… gun…,aku telah jatuh hati kepadamu…aku telah jatuh cinta kepadamu” wajahnya menatap hijau dedaunan diluar sana mencoba untuk mengingat ingat lagi……….lalu “tapi aku tidak tau bagai mana menyampaikannya kepadamu…, aku tidak tau harus berbuat apa, ini adalah yang pertama kali aku jatuh cinta kepada seorang pria…, dan saat itu aku putuskan untuk harus mengatakannya kepadamu, agar dada ini tidak sesak terhimpit perasaanku, aku tidak perduli kamu punya perasaan yang sama terhadapku atau tidak, tapi……. Aku hanya bisa tertunduk lesu…,aku tidak punya cukup keberanian untuk menyampaikannya kepadamu…” sejenak dia menatap keluar jendela, kemudian melanjutkan lagi, “ kemudian aku memutuskan untuk menyimpannya dalam hati…, saat itu aku berpikir…bila memang si guntur juga punya cinta untukku, atau setidak tidaknya punya perasaan yang sama denganku….biarlah waktu yang akan membuktikannya…” dia menarik nafas dan bangkit berdiri….berjalan kesisi jendela “ keinginanku waktu itu, akhirnya terkabul bahwa aku aingin mendekatimu meski hanya sebagai teman, siapa tau nanti aku akan mendapatkan kesempatan menyampaikan rasa hatiku kepadamu… tapi setelah kita berteman cukup lama… apa lagi setelah kamu memperkenalkan aku kepada bambang dan tonny, merasakan arti persahabatan yang sesungguhnya, baik dari kamu maupun dari bambang dan juga tonny…, lambat laun perasaan itu mulai hilang….berganti dengan rasa suka dan sayang sebagai seorang teman…., sebagai seorang sahabat…..” katanya sambil membalikkan badannya dan tersenyum kepadaku.

Apakah masih tersisa cinta untukku….? “ tanyaku menggoda.

ilustrasi
ilustrasi

“ terus…, sekarang gimana perasaanmu terhadap aku…?

“ Tuh kan….kamu ngeledek aku terus…..” sambil melempari bantal kursi kearahku, “ aku masih tetap mengagumimu, dan aku tetap menyayangi kamu.., sebagai seorang sahabat yang sangat dekat.” Dia berjalan kearahku dan duduk tepat didepanku, ditempat duduknya semula… “ gun… kamu kan bisa lihat kalo diantara kalian bertiga sahabat sahabat dekatku, aku selalu mendahulukan kamu…, bukan karena aku memperlakukan sahabat sahabatku dengan tidak adil, tapi karena aku merasa lebih dekat denganmu“, dia mengambil bantal cursi yang tadi dilemparkan kepadaku, dan meletakkannya di pangkuannya, lalu “ kadang aku suka bertanya dalam hatiku sendiri, apakah sikapku kepadamu selama ini masih murni sebagai sikap seorang teman…? Aku merusaha meyakinkan diriku bahwa aku memang menyukaimu hanya sebagai teman, dan sebagai seorang sahabat aku berusaha untuk tulus sebagai sahabat sejati “.

Sejenak suasana menjadi hening, Tattie terdiam dan akupun ikut larut dalam keheningan.

Setelah menyulut sebatang rokok kretek, aku berkata lagi “ Oke…ada satu hal lagi…, kamu kan pernah beberapa kali menunggui aku mandi dan kadang kadang aku mandi dalam keadaan telanjang bulat.., pada saat itu ada gak suatu perasaan yang….yah istilahnya…maaf maaf ya… kamu merasa deg degan gak ketika melihat aku dalam keadaan bugil…!?”

“ kamu baru tersadar dan mulai merasa risih ya…..!? udah telat gun…., aku sudah lihat bagian bagian tubuhmu yang menjadi modal kamu…” katanya sambil tertawa tertahan…. Lalu “ koq jadi ngomongin hal itu sih….!? “

“ lho bukan begitu tattie…. Aku hanya ingin mengukur aja…., apakah kita memiliki kesamaan dalam memperlakukan sahabat, baik dalam dalam hal perlakukan maupun dalam hati…” aku melihat perubahan drastis di wajah tattie.

3 Tanggapan

  1. hii, ceritanya syerem ya, kayak baca novel-novelnya Freddy S..
    haha.. koq gak dibuat jadi novel aja mas

    • Waduh…makasih ya mas jaya, saya seneng sekali mas jaya mau berkunjung ke blog saya, tapi kira2 masih kurang apa ya mas blog saya….? O ya, saya dah terlanjur pasang link nya abdi jaya di blog saya, boleh gak mas? kalo gak boleh gak apa2 saya copot lagi…

  2. goooooooooooooooooooooooooood……………….job hehehehehehehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: